Home > Copy Paste, Informasi > Plasmacluster vs. Envio

Plasmacluster vs. Envio


Apa itu Plasmacluster atau Envio?

Sebuah perangkat elektronik yang disebut Ion Generator, yang dapat memproduksi ion secara continue dengan cara memecah molekul yang terdapat di udara. Sharp sebagai pelopor menamakannya Plasmacluster, sementara Panasonic sebagai follower menyebutnya Ionizer, lantas berubah nama menjadi Envio.

Mengapa harus ada?

Alat ini mulai diaplikasikan untuk keperluan rumah tangga, bermula dari maraknya wabah penyakit SARS dan Flu burung diawal tahun 2000-an yang melanda banyak kota-kota metropolitan di Asia. Penyebab wabah ini adalah virus, yang memang tidak dapat dibunuh (krn memang bukan mahluk hidup), tapi hanya dapat di non aktiv kan (mengkristal). Kebanyakan virus akan mengkristal jika terkena sinar matahari. Tapi tanpa sinar matahari, dapat menjadi aktif kembali. Gaya hidup metropolitan (tinggal di apartemen, jalan-jalan di mal) memperparah penyebaran penyakit yang notabene penularannya melalui udara. Sistem ventilasi dan air conditioner pada apartemen dan mal menjadi sumber penyebar penyakit ini. Sekali orang yang terjangkit penyakit ini masuk ke dalam bangunan dengan sistem ventilasi yang tertutup, maka virus akan disebar oleh sistem ventilasi ke seluruh bagian bangunan. Dan tidak ada cara untuk mengeluarkan virus itu dari bangunan tersebut. Untunglah ditemukan bahwa Ion dapat mengganggu stabilitas virus. Ion yang ukurannya jauh lebih kecil dari virus adalah kuman buat virus. Virus akan mengkristal jika terjangkit ion. Pada point ini perseteruan Plasmacluster dan Envio bermula.

Beda Plasmacluster dan Envio

Plasmacluster SHARP adalah Ion generator yang memecah molekul uap air (H2O), menjadi 2 Ion H+ dan 1 Ion O2-. Sementara Ion generator lainnya seperti Envio, memecah molekul Oksigen (O2) menjadi 2 ion O2-. Kedua jenis ion generator ini sama-sama menyemburkan ion ke dalam ruangan dalam jumlah jutaan. Karena Ion bukan bentuk yang stabil, maka mereka akan menempel pada apa saja yang ada di udara, untuk menetralkan muatannya. Sebagian ion2 akan menyatu kembali membentuk molekul aslinya, yaitu uap air (Sharp) atau molekul oksigen (Panasonic). Sebagian lain mengikat partikel2 di udara (virus, bakteri, sumber alergan lainnya) dan kelebihan ion lainnya akan melekat pada dinding atau lantai, karena bumi sebagai arde yang dapat menetralkan segala macam muatan baik positif atau negatif. Sekarang apa yang bedanya ion positif dan ion negatif? Ion negatif artinya kelebihan elektron, ion positif sebaliknya kelebihan proton. Proton mempunyai massa (berat) jauh lebih besar dari pada elektron. Jika proton bertabrakan dengan bakteri dapat menyebabkan kulit sel bakteri pecah, artinya bakteri mati kering. Proton dengan konsentrasi yang sangat tinggi dan ditembakan ke satu arah disebut sinar laser, sinar yang mempunyai daya tembus sangat tinggi. Elektron sebaliknya tidak berefek langsung terhadap bakteri. Namun bakteri yang ada di udara dapat dipastikan jenis bakteri aerob, artinya bakteri yang membutuhkan oksigen untuk bernapas. Idenya jika bakteri diselimuti ion ion negatif, maka perlahan tapi pasti bakteri akan mati kesulitan bernapas. Ion negatif mempunyai fungsi lain, yaitu dapat menghilangkan bau-bau an. Karena bau umumnya bermuatan positif, misalnya (maaf!) kentut mengandung Amoniak (NH3), maka jika terkena ion negatif menjadi netral dan tidak berbau.

Panasonic Envio menyebarkan ion negatif ke dalam ruangan, ion-ion negatif mengikat kuman, dan siklus aliran udara membawanya kembali ke unit AC, dimana plasma filter (proton) siap memusnahkan semuanya.

Sementara Sharp Plasmacluster dengan ion positif secara instant membunuh kuman lebih efisien.

Jadi seandainya kita tes dengan sepotong roti tanpa pengawet ‘Sari Roti’ yang sudah expired, pada AC Sharp Plasmacluster tidak akan tumbuh spora jamur di atas roti, sementara pada AC Panasonic spora jamur akan tetap tumbuh.

Mengapa Panasonic tidak mengembangkan ‘PlasmaVio’ misalnya, yang menyebarkan ion positif juga seperti Sharp Plasmacluster? Jawabannya adalah efek samping dari ion positif (proton) terhadap manusia. Karena proton tidak hanya menyerang virus dan bakteri saja, tapi juga sel kulit kita. Sementara ion negatif tidak mempunyai efek samping terhadap manusia dan sudah diuji selama 20 tahun.

Ini menjelaskan mengapa Sharp membuat tombol khusus Plasmacluster yang di operasikan secara manual terpisah, bukan selalu menyala saat AC menyala. Sementara Panasonic dapat dioperasikan secara otomatis dengan patrol sensor. Pada saat awal AC Sharp generasi Plasmacluster yang pertama launching, pernah ada talk show di radio sonora, dimana representativ dari Sharp menganjurkan saat Plasmacluster dinyalakan (hanya butuh 30 menit untuk mensterilkan ruangan 90% bakteri mati) sembari menunggu kamar menjadi dingin sebaiknya tidak ada orang di dalam.

Bagi anak-anak atau orang muda jutaan proton dari Plasmacluster bukan masalah, sistem regenerasi sel kulit mereka jauh lebih besar. Saya cukup merekomendasikan, apalagi buat anak yang sering batuk pilek. Tapi tidak direkomendasikan bagi Lansia yang regenerasi selnya sudah lambat. Dan pesan saya ini terutama buat kaum hawa yang umumnya takut akan cepat keriput dan kulit kering bersisik : “Nyalakan Plasmacluster seperlunya”

Sumber : Mitra Maju Electronic

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: